Bahasa Arab adalah Bahasa yang agung serta mulia, karena
bahasa Arab telah ditunjuk oleh Allah SWT untuk dijadikan sebagai bahasa
al-Quran. Bahasa Arab yang juga ternyata memiliki banyak sekali keunikan, yaitu
dari segi kaidah”nya, pengucapannya, serta uslub”nya. Belajar bahasa Arab pun
mudah-mudah sulit, tergantung niatan kita yang sudah bulat atau belum dalam
mempelajarinya. Nah, untuk belajar bahasa dunia Timur ini, kawan-kawan semua
harus memiliki tekad yang kuat dalam mempelajarinya, agar tidak berhenti di
tengah jalan ya!
Kita mulai dari hal-hal yang paling mendasar terlebih dahulu:
1.
1. Pengucapan
subjek menggunakan bahasa Arab
Anta : kamu (laki-laki)
Anti : kamu (perempuan)
Huwa : dia (laki-laki)
Hiya : dia (perempuan)
Nahnu : kita/kami
Antum : kalian atau pengguanannya sama juga dengan anta/anti
(kamu) akan tetapi untuk orang yg lebih tua/terhormat
Kosakata diatas wajib dihafalkan terlebih dahulu sebelum
memasuki tata cara pembuatan kalimat, karena pengucapan gender dalam bahasa
Arab diatas harus diucapkan secara reflek sehingga tak terjadi keterbalikan
pengucapan. Akan berakibat fatal nantinya kalau terbalik-balik.. hehe_,,
2.
2. Pelafalan
predikat
Dalam bahasa Arab dikenal yang namanya fi’l madhi dan fi’l
mudhori’, yang kalau dalam bahasa Inggris disebut past and present, yaitu waktu
lampau -yang lalu- dan waktu yang sekarang. Kita akan belajar berbagi macam
kosakata -dalam bentuk predikat- fi’l madhi (yg lampau) dan fi’l mudhori’ (yg
sekarang).
<Fi’l madhi-fi’l mudhori’>
Kataba-yaktubu : menulis
Qoro’a-yaqro’u : membaca
Sami’a-yasma’u : mendengar
Dzahaba-yadzhabu : pergi
Fataha-yaftahu : membuka
Naama-yanaamu : tidur
Syaroba-yasyrobu : minum
Akala-ya’kulu : makan
Ghodhoba-yaghdhobu : marah
Hazina-yahzanu : sedih
Dan lain sebagainya, untuk kosakata lainnya yang ingin kalian
ketahui dan belum tercantum, silahkan cari di kamus yang terpercaya, contoh:
kamus al-muanwwir; maka, semakin banyak kosakata yang kita hafal, maka akan
makin mudah juga bagi kita untuk lebih cepat menguasai bahasa al-Qur’an ini.
Oya, membaca al-Qur’an sambil melihat terjemahannya juga akan sangat membantu
dalam menambah kosakata kita, loh, google translate, video berbahasa arab dan
media lainnya juga dapat membantu kita untuk terbiasa mendengar berbagai
kosakata serta kalimat-kalimat arab.
3.
3. Penggabungan
subjek + predikat
Dalam tahapan ini, kita akan membuat kalimat sederhana dengan
gabungan subjek + predikat terlebih dahulu, harus digaris bawahi, bahwa
penggabungan kata dalam bahasa Arab memiliki sedikit perbedaan dengan bahasa-bahasa
asing lainnya, karena ketika subjek + predikat digabungkan, bentuk predikat itu
akan berubah sesuai dengan subjek yang mendasari predikat tersebut, tidak
seperti bahasa Indonesia contohnya : aku makan; maka, kata ‘makan’ tidak akan
berubah sedikitpun walaupun subjeknya diganti-ganti, waduh, ribet ya
penjelsannya? Hehe, kalau gitu kita langsung saja ke contoh-contohnya, berikut;
Aku makan : Aku = Anaa
Makan = Akala-ya’kulu (belum digabung dengan subjek ‘anaa’)
Digabungkan = Anaa A’kulu
Jadi, dari contoh diatas kata Akala-ya’kulu berubah menjadi
A’kulu setelah digabungkan dengan Anaa, oke, untuk sekarang ini kita belajar
dari berbagai contoh terlebih dahulu, agar kita terbiasa;
-Sedih > dari kalimat asli : Hazina-Yahzanu
Aku sedih :
Anaa Ahzanu (huruf depan predikat
diganti A)
Kamu sedih (lk) : Anta
Tahzan (huruf depan diganti Ta)
Kamu sedih (pr) : Anti Tahzaniina (huruf depan diganti Ta dan belakang
ditambahkan ‘iina’)
Dia sedih (lk) :
Huwa Yahzan (huruf depan diganti Ya)
Dia sedih (pr) :
Hiya Tahzan (huruf depan diganti Ta)
Kita sedih : Nahnu Nahzan (huruf depan diganti Na)
Jadi, sebenarnya -tadi saya lupa menjelaskan- untuk setiap
kalimat asli yaitu fi’l madhi dan fi’l mudhori’ pada setiap kosakata itu adalah
menggunakan dhomir atau subjek ‘Huwa’ atau Dia (lk), dan itu tidak terkecuali.
Kita kembali belajar dari contoh lain;
-Menulis > dari kalimat asli : Kataba-Yaktubu
Kamu menulis (lk) : Anta Taktubu
Kamu menulis (pr) : Anti Taktubiina
Dia menulis (lk)
: Huwa Yaktubu
Dia menulis (pr) :
Hiya Taktubu
Kita menulis
: Nahnu Naktubu
-Membaca > dari kalimat asli : Qoro’a-Yaqro’u
Aku membaca
: Anaa Aqro’u
Kamu membaca (lk) : Anta Taqro’u
Kamu membaca (pr) : Anti Taqro’iina
Kamu membaca (pr) : Anti Taqro’iina
Dia membaca (lk)
: Huwa Yaqro’u
Dia membaca (pr) :
Hiya Taqro’u
Kita membaca
: Nahnu Naqro’u
O,ya untuk penggunaan ‘Antum’ kalau diperuntukkan pada ‘kamu’
yang lebih tua/ terhormat, maka penggunaannya sama seperti ‘Anta’, yaitu
penambahan ‘a’ di awal predikat. Nah, untuk ‘Antum’ yang berarti ‘kalian’ akan
saya bahas di laman selanjutnya bersama subjek lainnya, loh belum selesai
subjek” nya? Hehe, jelas belum.. masih ada beberapa doang kok, santai yaa...
Untuk penjelasan lebih lanjut akan kita bahas di laman
selanjutnya, ya, saya kira kali ini cukup subjek +predikat dahulu, perbanyak
latihan untuk pembiasaan juga, Nah, untuk pertanyaan, saran, kritik dan lain
sebagainya seputar bahasa Timur ini, dapat melalui kolom komentar dibawah, atau
kirim email : amyfitriani2000@gmail.com
via wa : 08983068753
(untuk pertanyaan lebih lanjut)
Materinya mudah dimengerti, bahasa penulisannya juga enak dibaca. Semoga jadi ilmu yg bermanfaat. Ditunggu pelajaran berikutnya...
BalasHapusTulisan arabnya jangan dilatinkan dong....
BalasHapusEnak tahapan belajarnya...
Semoga jadi amal jariah...